Resume Perangkat Jaringan
NIM : 17200678
KELAS : 17.3G.11
NAMA : Dhiya
Khoirunnisa
TUGAS JARINGAN KOMPUTER
Pertemuan 3
Tugas
Mandiri
RESUME
PERANGKAT JARINGAN :
-
REPEATER
-
BRIDGE
- NETWORK
INTERFACE CARD
Jawaban :
A. REPEATER
Repeater
adalah alat yang berfungsi untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan komputer.
-
Karakteristik Repeater :
1. Mempunyai kelemahan tidak dapat
melakukan filter traffic jaringan.
2. Data yang
masuk ke port repeater akan tersebar ke segmen-segmen jaringan LAN tanpa
memperhitungkan apakah data dibutuhkan atau tidak.
-
Fungsi Repeater antara lain yaitu :
1. Untuk mencangkup daerah yang lemah
sinyal dari server “pemancar”.
2. Untuk memudahkan akses sinyal Wifi
yang dari server.
3. Untuk
meluaskan jangkauan sinyal dari server atau pemancar.
-
Cara kerja Repeater :
Untuk hal ini fungsi repeater yaitu
untuk menyebarluaskan jangkuan jaringan Wifi, hal ini dapat dijalankan dengan
cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan
kembali, sinyal itu sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu
dengan kedua komponen dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari
transmitter dan yang kedua memancarkan kembali data sinyal itu.
Sesudah menerima data sinyal dari
transmitter, repeater akan menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa
mengeluarkan manfaat untuk sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih
kuat. Untuk itu sinyal juga akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang
lebih luas. Proses seperti itu, repeater mempunyai dua sistem yang sering
dipakai, sistem repeater dalam jaringandinamakan dengan analog repeater dan
digital repeater.
Makna
dari analog repeater yaitu sistem repeater yang mengirimkan sinyal data berupa
data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan amplitudo
atau besaran yang dikirimkan. Sedangkan untuk digital repeater mengirimkan
sinyal data berupa bentuk digital. Data seperti itu dikirimkan berupa binary
dengan diwakili oleh angka 1 dan 0 dan serta ada proses tambahan.
- Jenis-Jenis Repeater
Adapun jenis-jenis repeater yang
diantaranya yaitu :
1. Telephone
Repeater
Telephone repeater merupakan jenis
repeater yang dipasang di saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi
karena jarak tempuh yang jauh menjadikan sinyal yang diterima oleh para user
telepon bisa lebih lepas.
2. Optical
Communications Repeater
Optical Communications repeater
merupakan jenis repeater yang fungsinya menguatkan jangkauan sinyal pada kabel
serat optik “fiber optic cable”, di jenis repeater ini dalam serat kabel optik ada
informasi digital secara fisik berwujud sebagai light pulses “pulsa cahaya”
yang terbuat dari foton yang bisa tersebar secara mengacak dalam kabel serat
optik.
3. Radio
Repeater
Radio repeater merupakan jenis repeater
yang fungsinya untuk menguatkan sinyal radio. Pada umumnya jenis repeater ini
mempunyai satu antena yang fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter.
Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum
dipancarkan kembali, sinyal itu dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan
bisa menebus objek penghalang.
- Komponen Repeater
Berikut ini terdapat beberapa komponen
repeater, terdiri atas :
1. Receiver
(RX)
Receiver merupakan suatu piranti
elektronika yang berfungsi untuk menerima sinyal.
2. Transmitter
(TX)
Transmitter merupakan suatu piranti
elektronika yang berfungsi untuk mengirim/memancarkan sinyal.
3. Power
Supply
Power Supply adalah sebuah piranti
elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya
listrik.
4. COR (Carrier
Operated Relay)
COR berfungsi sebagai kontrol PTT (Push
To Talk) pada sebuah repeater, penghubung antara receiver dan transmitter, dan
untuk mengaktifkan PTT pada transmitter.
5. Regulator
Regulator berfungsi memperhalus tegangan
AC sebelum dipakai komponen- komponen lain dalam repeater.
6. Kipas
Agar komponen repeater tidak terlalu
panas.
7. Kapasitor
Kapasitor berfungsi untuk
menghalangi/memblok arus DC dan mengizinkan arus AC lewat yang kemudian
memperhalus tegangan AC tersebut sebelum dipakai komponen-komponen lain dalam
repeater.
8. Dummy Load
Ini adalah
perangkat yang digunakan sebagai pengganti antena. Biasanya digunakan untuk
membantu dalam pengujian pemancar radio.
- Kelebihan Dan Kekurangan Repeater
Adapun kelebihan dan kekurang repeater
yang diantaranya yaitu :
1. Kelebihan Repeater
Terdiri atas :
1. Sebuah perangkat digital yang
memperkuat, membentuk ulang atau membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada
sinyal input digital pada transmisi ulang.
2. Repeater bekerja pada sinyal fisik yang
sebenarnya sehingga jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
3. Bisa menguatkan sinyal.
4. Repeater bekerja di lapisan fisik,
dilapisan pertama dan model OSI.
5. Sebuah analog perangkat yang menguatkan
input sinyal terlepas dari alam “analog atau digital”.
6. Kekurangan Repeater.
2. Kekurangan Repeater
Terdiri atas :
1. Tembaga untuk serat.
2. Memanjangkan jarak fisik perangkat
jaringan.
3. Repeater harus diletakkan pada tempat
yang tinggi.
4. Tidak untuk secara serius
mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambung dengan media yang berbeda.
B.
BRIDGE
Bridge adalah
perangkat jaringan yang digunakan untuk memecah jaringan yang besar. Bridge
bekerja pada layer data-link dari model OSI. Bridge bekerja dengan mengenali
alamat MAC asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara otomatis
membangun sebuah table internal. Tabel ini berfungsi untuk menentukan ke segmen
mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan filtering.
-
Karakteristik Bridge :
1. Bridge dapat mengontrol broadcast
pada jaringan yang terkoneksi melalui dirinya.
2. Seperti halnya fungsi switch, Bridge
juga dapat mempelajari paket frame yang diterima dan alamat MAC tujuan untuk
melakukan transmisi data/paket.
3. Bridge dapat membantu membuat segmen
jaringan luas menjadi lebih kecil agar mudah di monitor.
4. Bridge juga
dapat melakukan routing.
- Fungsi Bridge :
Adapun fungsi dari bridge diantaranya
sebagai berikut ini:
1. Bridge dapat berfungsi menghubungkan
2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu
jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
2. Bridge juga dapat menghubungkan
beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama
maupun yang berbeda.
3. Bridge juga
dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti
ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat
men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan
itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.
- Cara Kerja Bridge :
Bridge memetakan alamat Ethernet dari
setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing segmen jaringan
komputer dan hanya dapat memperbolehkan lalu lintas data yang memang dibutuhkan
melintasi bridge.
Saat menerima sebuah paket data, bridge
akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau segmennya sama, paket
data akan di tolak dan kalau segmennya tidak sama atau berbeda paket-paket data
akan di teruskan ke segmen yang dituju. Dengan begitu bridge dapat mencegah
pesan rusak supaya tidak menyebar keluar dari satu segmen.
Bridge
merupakan alat yang bekerja pada physical layer dan data link layer, sehingga
dapat mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang
berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh
bridge. Itulah prinsip atau cara kerja dari bridge.
- Kelebihan dan Kekurangan Bridge
Berikut ini terdapat beberapa kelebihan
dan kekurangan bridge, terdiri atas :
1. Kelebihan Bridge
Terdiri atas :
1. Memindahkan data melewati intermediate
network dengan protokol yang tidak sama.
2. Dapat mengurangi collision atau tabrakan
pada saat pengiriman paket dalam jaringan. Memungkinkan koneksi pada jenis
network yang berbeda.
3. Dapat mengembangkan kapasitas network
dan mengurangi resiko kepadatan traffic.
2. Kekurangan Bridge
Terdiri atas :
1. Bridge tidak dapat memblokir paket broadcast Menambah delay pada
jaringan.
2. Bila alamat yang di terima tidak di kenal oleh bridge, maka dapat di
siarkan berita ke jaringan segmen lain serta perihal ini bisa mengakibatkan
berlangsungnya broadcast strom ( badai siaran ) yang dampaknya bisa bikin
jaringan macet keseluruhan.
3. Meskipun bisa mempunyai domain collision yang tidak sama, namun
peralatan bridge cuma mempunyai satu broadcat domain.
4. Tehnik bridging dapat mengonsumsi banyak bandwidth.
C. NETWORK INTERFACE CARD
NIC merupakan sebuah perngkat keras
jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang
memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan
menggunakan kabel jaringan.
- Fungsi NIC
1. Sarana menerima serta mengirimkan data dengan melalui kabel jaringan.
2. Sebagai sarana transfer data ke komputer lain dengan terlebih dahulu
mempersiapkan data dari komputer supaya dapat dilewatkan ke media penghubung.
3. Sebagai kontrol aliran data antar komputer serta juga sistem perkabelan.
4. Sebagai penerima data yang ditransfer
dari komputer lain lewat kabel serta menterjemahkannya juga ke dalam bit yang
dimengerti oleh komputer.
- Jenis-Jenis dari NIC
Adapun jenis NIC yang diantaranya yaitu :
Network Interface Card pada dasarnya itu terbagi kedalam dua jenis.
1. Network Interface Fisik / Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik ini ialah sebuah Network
Interface yang bisa didefinisikan itu secara fisik, berbentuk kartu serta
ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa
digunakan sehari – hari, yang mempunyai port RJ – 45 untuk dapat mengkoneksikan
sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2. Network Interface Logis / Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis ini
merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak bisa didefinisikan secara
fisik. Hal itu berarti, NIC Logis ini ini merupakan sebuah software dan/juga
sebuah program yang dibuat untuk dapat mendefinisikan dirinya sendiri bahwa
seolah – olah ia itu sebuah Network Interface Card.
- Prinsip dan Cara Kerja NIC
NIC ini bekerja pada lapisan fisik, yang
mana data itu dipecah menjadi bit setelah itu dikirim dengan melalui jaringan
ke komputer lain yang kemudian dirangkai kembali menjadi data utuh. Tiap-tiap
NIC tersebut mempunyai suatu kode unik tersendiri, yang berarti hanya ada satu,
yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut dengan sebutan MAC Address (Media
Access Control).
Tujuan adanya MAC address ini ialah untuk menghindari tabrakan antar data
di jaringan. Misalnya ialah node akan mengirimkan paket data, maka sebelumnya
itu akan melihat apakah jaringan itu sedang mengirimkan paket data atau pun
tidak. Apabila node melihat jaringan tidak melakukan pengiriman paket data,
maka node ini akan melakukan pengiriman paket data.
Apabila ada paket data yang dipancarkan
pada saat node itu sedang mengirimkan paket data, maka akan terjadi sebuah
collision. Apabila terjadi collision, maka node serta jaringan itu akan
berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data. Setelah ia berhenti, node dan
juga jaringan itu kemudian akan menunggu waktu itu secara acak untuk dapat/bisa
mengirimkan paket data.
Paket data yang mengalami collision ini akan dikirim kembali pada saat ada
kesempatan. Cara kerja inisering dinamakan juga dengan metode CSMA/CD (Carrier
Sence Multiple Access atau Collison Detection), yakni pengurusan bagi
pengiriman data oleh komputer/node itu secara serentak.
Selesai.
👍👍👍
BalasHapus